Hacksaw Ridge: berperang tanpa membunuh

Hacksaw Ridge

‘Hacksaw Ridge’, sebuah film terbaru arahan sutradara Mel Gibson, yang naskah filmnya ditulis oleh Andrew Knight, Robert Schenkkan, dan Randall Wallace. Film Hollywood bergenre Biography, drama dan perang ini, merupakan cerita kisah nyata seorang anggota tim medis di medan perang.

Film ini berkisah tentang Desmond T. Doss (Andrew Garfield), seorang dokter tentara Amerika Serikat, dalam pertempuran Okinawa di era Perang Dunia II, pada 29 April hingga 21 May 1945. Ajaibnya, Desmond berhasil mengevakuasi 75 orang tentara seorang diri, dan tanpa satu pun peluru ia tembakkan. Sejak awal masuk tentara, Doss menolak membawa senjata dalam peperangan, karena agama dan keyakinan yang ia anut.

Sinopsis

Doss adalah anak pertama dari pasangan Thomas dan Bertha Doss, mereka tinggal di Lynchburg, Virginia, Amerika Serikat. Ia memutuskan ikut wajib militer karena terpanggil untuk mengabdikan diri bagi negaranya yang sedang berperang menyusul adiknya, Harold Doss yang sudah terlebih dahulu bergabung.

Doss, lahir dari keluarga yang tak sempurna. Sang Ayah, mengalami trauma berkepanjangan pasca Perang Dunia I. Ia menjadi alkoholik dan kerap termenung di kuburan kawan-kawan dan saudaranya yang telah gugur di peperangan.

Berawal dari sebuah kecelakaan di dekat gereja, tempat Doss bekerja. Ia berhasil menyelamatkan nyawa seorang warga, sehingga nyawa bisa tertolong saat tiba di rumah sakit. Tak sengaja, Doss jatuh cinta pada Dorothy Schutte (Teresa Palmer), yang menjadi staf di ruang donor darah.

Selama kencannya di rumah sakit, Doss mulai menyukai pekerjaan tim medis. Sayangnya, ia tak mampu melanjutkan studi ke fakultas kedokteran. Dorothy mendukung cita-cita Doss, lalu meminjamkan sejumlah buku kedokteran.

Menjelang agresi militer Jepang, Pemerintah AS membuka perekrutan calon prajurit bela negara. Doss tak ragu-ragu mendaftar, apalagi ada lowongan untuk tim medis di Angkatan Darat AS. Tekad Doss untuk menolong sesama, sudah bulat.

Hacksaw Ridge
Hacksaw Ridge

Dianggap Pengkhianat Negara

Doss berhasil mengikuti sejumlah tes masuk militer. Tapi masalah baru muncul, setelah Doss menolak menerima senjata api dari sang instruktur. Selama ini, seluruh calon tentara baik bertugas administrasi, penerjemah maupun tenaga medis, diwajibkan berlatih senjata api. Setiap tentara dilatih menembak target sasaran. Cuma Doss yang menolak menerima senjata.

Doss dianggap melawan perintah instruktur. Ia juga dituduh pembangkang dan berniat mengkhianati negara. Kawan-kawannya pun khawatir dan berpikiran negatif, jika Doss membelot di garis pertahanan musuh. Akhirnya Doss disidangkan di pengadilan militer.

Alasan Doss menolak menyentuh senjata ini, cukup unik. Sebagai pemeluk Advent Hari Ketujuh yang taat, ia mengaku tak ingin menyakiti sesama, meski itu terjadi di situasi perang. Baginya, pantang memegang senjata. Karenanya itu ia mengajukan diri menjadi tenaga medis. Doss akhirnya diizinkan ikut berperang, setelah pengadilan militer menerima surat dari seorang jenderal, yang membuktikan bahwa Doss boleh diterima militer sesuai amandemen AS.

 

Detail Cast and Crew Film ‘Hacksaw Ridge

Jenis Film : Biography, Drama, War

Durasi : 138 menit

Negara Asal : Amerika

Sutradara : Mel Gibson

Penulis : Andrew Knight, Robert Schenkkan, Randall Wallace

Produser : Bruce Davey, David Permut, Bill Mechanic, Brian Olliver, William D. Johnson, Tyler Thompson

Produksi : Elevation Pictures

Pemain : Andrew Garfield, Teresa Palmer, Sam Worthington, Vince Vaughn, Luke Bracey

Rilis : 9 November 2016

 

Hacksaw Ridge
Hacksaw Ridge

Tim Medis di antara Desing Peluru

Mel Gibson yang menjadi sutradara film ini, tahu benar penonton sudah tak sabar menanti suasana perang ala Amerika. Benar saja, Gibson yang terkenal dalam film Braveheard (1995) ingin menggambarkan kekejian manusia saling membunuh dalam medan pertempuran. Sama seperti film perang berjudul Saving Private Ryan (1998), Full Metal Jacket (1987), Enemy at the Gates (2001) dan Furry (2014), para penonton seakan ‘dipaksa menahan nafas’ ke suasana heroik yang menegangkan.

Harus diakui, Doss adalah klimaks di film Hacksaw Ridge ini. Ia menjadi sosok patriot yang memberi inspirasi bagi kawan-kawanya.

Betapa tidak? Di saat pasukan AS digempur habis-habisan oleh serangan mendadak tentara Jepang melalui terowongan bunker, hanya Doss yang tak ingin melarikan diri. Ia justru menemani para tentara AS yang terluka dan nyaris tewas. Sedangkan sisa pasukan yang selamat lari menyelamatkan diri.

Penonton akan takjub disuguhi potongan-potongan gambar yang memperlihatkan kengerian perang. Mel Gibson sepertinya ingin menunjukkan ke penonton, bahwa sulit sekali bisa tetap hidup atau minimal menyelamatkan diri. Film ini memang ditujukan untuk penonton berusia dewasa.

Di tengah serangan bertubi-tubi pasukan Jepang yang menyerang dari dalam bunker rahasia, Desmond berjuang dengan caranya sendiri dengan menolong rekan seperjuangannya yang terluka. Tanpa dinyana, keyakinannya akan pertolongan Tuhan berhasil membuatnya menyelamatkan lebih dari 75 orang rekannya yang terluka seorang diri termasuk komandannya yang sempat meragukan kemampuan dirinya.

Hacksaw Ridge
Hacksaw Ridge, saat ini.

Bertempur Tanpa Senjata

Berdasarkan catatan sejarah, Doss menjadi satu-satunya tentara yang tidak pernah mengangkat senjata selama Perang Ddunia II. Bahkan, dia menjadi orang pertama yang menuntut haknya untuk tidak sepenuhnya mengikuti perintah militer dalam sejarah Amerika Serikat, yang dianugerahi penghargaan tertinggi tentara Amerika, yaitu Medal of Honor.

Sejarah juga mencatat, pertempuran Okinawa adalah salah satu pertempuran hebat semasa Perang Pasifik. Idealismenya untuk menolong sesama, membuat Doss memutuskan tinggal di atas bukit, meski ia memiliki kesempatan untuk menyelamatkan diri. Selama 12 jam lebih—kala teman-temannya yang selamat sudah terlelap di barak–ia justru sibuk menyeret tubuh pasukan yang terluka. Lalu Doss memberi pertolongan pertama, sebelum menurunkan mereka satu per satu ke lembah dengan seutas tambang. Sebanyak 75 tentara ia selamatkan sendirian!

Hacksaw Ridge bukan film sejarah perang semata. Ada banyak pesan moral yang ingin disampaikan di film ini. Doss yang seorang Kristen, ingin mengikuti satu dari 10 Perintah Allah, “Jangan membunuh”. Doss juga menginspirasi teman-temannya, untuk rela berkorban dan tak mudah putus asa meski nyaris meregang nyawa. Ia pun menjadi dahaga teman-teman pasukannya, yang mengawali pekerjaan dengan doa. Sosok Doss yang sulit ditemukan saat ini. (jhonny sitorus/inovasi)

 

 

 

build_links(); ?>