Panglima TNI minta mahasiswa tidak terprovokasi

Reformasi'98
Reformasi'98

inovasi|CC Para mahasiswa diminta untuk tetap bersatu, jangan mudah terprovokasi dan terpecah belah serta terhasut oleh kelompok-kelompok yang tidak bertanggung jawab, dengan tujuan ingin memecah belah bangsa Indonesia.

“Mari kita bangkit bersama dan bersatu padu demi kejayaan Indonesia yang kita cintai bersama,” kata Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di aula Universitas Kristen Indonesia (UKI), Jakarta, hari ini (18/11/2016).

Menurut Panglima TNI, bangsa Indonesia dapat merdeka karena pemudanya bersatu, saling bahu membahu, bergotong-royong dan meninggalkan segala egonya masing-masing bersama seluruh lapisan masyarakat berjuang dalam meraih kemerdekaan Indonesia.

Mahasiswa sebagai tulang punggung dan pemersatu bangsa, kata Panglima, harus berjuang demi mencapai cita-cita kemerdekaan Indonesia.

“Kita akan menjadi bangsa pemenang, kuncinya adalah kita harus merawat Kebhinneka Tunggal Ikaan yang merupakan Central of Gravity bangsa Indonesia,” kata Gatot Nurmantyo.

Menghadapi kompetisi global saat ini, Panglima mengajak seluruh komponen bangsa agar memahami situasi dan mewaspadai kompetisi tersebut.

Menurutnya, saat ini kita hidup dalam kompetisi global, dimana hal tersebut akan berdampak terhadap negara Indonesia karena memiliki sumber daya alam yang melimpah.

“Indonesia merupakan tempat harapan hidup masa depan bagi semua bangsa,” ujarnya.

Sementara itu, Panglima TNI dalam kuliah umumnya dihadapan 1.300 mahasiswa/ mahasiswi UKI, dengan tema “Mari Teladani Semangat Juang Pahlawan Kemerdekaan Menuju Indonesia Sebagai Bangsa Pemenang” menyampaikan bahwa ancaman nyata yang dihadapi bangsa Indonesia, yaitu Proxy War yang dilakukan oleh negara-negara lain yang menginginkan kekayaan alam Indonesia, sehingga perlu diwaspadai.

“Indonesia sebagai negara equator yang sangat kaya akan sumber daya alam adalah warning yang perlu diwaspadai,” kata Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

Terkait aksi terorisme di Indonesia, Panglima TNI menegaskan bahwa pemberantasan aksi terorisme di Indonesia, diperlukan landasan konstitusional yang menjadi dasar dalam mengambil langkah preventif untuk menjaga keutuhan dan kedaulatan Negara. (inovasi)

build_links(); ?>