Alumni Menwa siap hadapi ancaman NKRI

inovasi|CC Posisi strategis Indonesia sangat rentan disusupi kepentingan asing dengan berbagai model perang yang berkembang saat ini.

“Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa Indonesia (IARMI) sebagai kelompok intelektual muda harus dalam menghadapi segala bentuk ancaman,” kata Kasum TNI Laksdya Didit Herdiawan di Gedung DPR, hari ini (3/12/2016).

Menurut Kasum TNI, Menwa mendapat pelatihan militer untuk dipersiapkan mempertahankan NKRI sebagai perwujudan Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata).

image
“Segenap anggota IARMI harus memiliki semangat kebangsaan guna mempertahankan dan menjaga eksistensi NKRI,” ujarnya.

Saat ini, kata dia, potensi ancaman bukan lagi datang dari serangan militer negara lain, melainkan kegiatan terorisme, gerakan separatis, dan aktivitas-aktivitas ilegal yang berkaitan dengan sumber daya alam yang bersifat multidimensional.

“Ancaman tidak hanya berasal dari aksi aktor negara tetapi juga dari aksi aktor non negara,” katanya.

Ia memgungkapkan, karakter perang yang berkembang saat ini mengalami perubahan menjadi model peperangan non konvensional, non linear atau asimetris (asymetric warfare) dan patut dicermati bersama.

“Perang asimetris yang bersifat multi-dimensional dapat berlangsung dalam berbagai sektor dan dipicu oleh aspek ekonomi, sosial, budaya, politik, ideologi dan lainnya, akumulasi dari aspek tersebut akan mempengaruhi intensitas dan derajat ancaman yang dihadapi,” ungkapnya.

Terkait Proxy War, ia menjelaskan, peristiwa saling adu kekuatan di antara dua belah pihak yang bermusuhan dengan menggunakan pihak ketiga, dimana pihak ketiga ini sering disebut dengan boneka.

“Pihak ketiga dapat berwujud LSM, Ormas, Kelompok Masyarakat atau individu merupakan pihak yang tidak dikenal oleh siapapun, kecuali pihak yang mengendalikannya. Kita harus waspada terhadap pihak-pihak yang akan menghancurkan bangsa Indonesia,” tandasnya. (inovasi)

build_links(); ?>