Bayi bongsor 6,3 kg lahir di Manado

Enjeltia Tamboto, bayi yang lahir berbobot 6,3 kilogram.

inovasi|CC Seorang bayi perempuan belum lama ini berhasil dilahirkan melalui operasi caesar di RS Pancaran Kasih, Manado. Bayi berbobot 6,3 kilogram ini, merupakan bayi terberat ketiga setelah bayi di Sumatera Utara yang lahir dengan berat 8,7 kilogram.

Oleh orang tuanya, bayi ini diberi nama Enjelita Anugrah Tamboto. Dikatakan Benhar Tamboto, bayinya lahir lewat operasi caesar.

Kini, bayi Enjelita dirujuk ke bagian Neonatal Intensive Care Unit (NICU) RSUP Prof Kandou, untuk perawatan karena sempat mengalami masalah pernafasan. Meski alat bantu pernafasan sudah dilepas, namun bayi masih harus dirawat.

“Belum tahu sampai kapan, tapi harapannya sampai betul-betul sembuh,” kata Benhar Tamboto, orang tua bayi yang sehari-hari berprofesi sebagai buruh bangunan di Tanawangko, Minahasa.

Kelahiran bayi Enjelita, sangat mengejutkan keluarga. “Dokter bilang baru kali itu dia menangani bayi yang lahir seberat itu,” ujar Nontje, Sang Nenek, sambil tertawa.

Menurut dr James Rarung SpOG, dokter spesialis kandungan dan kebidanan, bayi Enjelita memang merupakan bayi yang lahir dengan berat terbesar di Sulut.

“Rekor sebelumnya dipegang oleh bayi yang lahir di Tomohon sekira Maret 2008 dengan berat 5,600 kg. Rekor sekarang dipecahkan pada Jumat lalu di RS Pancaran Kasih. Sebelumnya di RS Pancaran Kasih bayi terberat 5,200 kg,” terang Rarung.

Dia menuturkan, untuk bayi yang lahir di atas berat rata-rata, akan diperhatikan pertama kali apakah ia memiliki penyakit gula. Selanjutnya kondisi paru-paru dan jantung bayi.

“Tapi untuk bayi ini (bayi Enjelita, red), dia tidak mengidap penyakit gula,” ujarnya.

Di sisi lain, keluarga bayi Enjelita berharap dukungan pihak terkait. Disebutkan Benhar, mereka baru akan mendaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan. “Mau diurus esok sama mertua saya. Semoga bisa segera kami terima,” tutur pria berusia 40 tahun ini. (inovasi)

build_links(); ?>