Ubah nilai ujian, Hacker jebol komputer Unsrat

inovasi|CC Sejumlah mahasiswa Universitas Sam Ratulangi rela membayar jasa hacker, untuk mengubah nilai mereka yang jelek menjadi baik. Seorang mahasiswa di antaranya harus membayar Rp 400 ribu per mata kuliah yang nilainya ingin diubah.

Sebanyak 167 mahasiswa berhasil mengganti empat mata kuliahnya, yang awalnya hanya mendapatkan nilai E menjadi nilai A dan B.

“Hacker ini bilang akan memberikan sebagian uang kepada teman yang menawari saya, dengan cara mentransfer lewat nomor rekening,” kata mahasiswa yang namanya dirahasiakan, hari ini (20/1/2017).

Sang Hacker (18/11/2016) berhasil mengganti nilai, sesuai kesepakatan harga dengan mahasiswa. “Lalu saya membayar jasa hacker tersebut Rp 1,6 juta,” ujar mahasiswa itu.

Diduga, kejahatan peretasan sistem komputer ini, sudah menggurita di Universitas Sam Ratulangi sejak lama. Pelaku kemungkinan menggunakan sistem jasa Multi Level Marketing (MLM) untuk menjaring para ‘korban’. Untuk kejahatan ini dengan mengincar 167 mahasiswa, maka hacker tersebut berhasil menadapat uang sebesar Rp 267 juta.

Namun aksi curang itu akhirnya berhasil diketahui Pusat Teknologi Informasi (PTI) Unsrat. Beberapa fakultas disurati PTI, tentang nama-nama orang yang terlibat dalam kasus ini.

Wakil Rektor Unsrat bidang akademik Jimmy Posangi mengaku masih berbaik hati kepada mahasiswa yang terlibat kasus ini. Sebenarnya kata Posangi, kalau ikut keinginan rektor dikeluarkan, karena telah berlaku tidak jujur.

“Jika kasus ini terjadi di Universitas Indonesia (UI), Universitas Gajah Madah (UGM), Universitas Padjajaran (Unpad), bisa menyebabkan mereka dikeluarkan,” kata dia. (inovasi/tribun)

build_links(); ?>