Unsrat hanya terima 4.935 mahasiswa baru

Universitas Sam Ratulangi

inovasi|CC Ribuan calon mahasiswa di seluruh Indonesia bakal bersaing ketat masuk Perguruan Tinggi (PT) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado. Diperkirakan, kampus ini bakal dibanjiri banyak peminat, setelah adanya kepastian tidak naiknya Uang Kuliah Tunggal (UKT).

Meski demikian, keinginan orang tua untuk menguliahkan anaknya di Unsrat, kini terbentur oleh pembatasan kuota kursi mahasiswa baru.

“Tapi kami telah melakukan penyusunan kuota sementara. Itu yang nantinya akan dijadikan dasar penerimaan mahasiswa nanti,” kata Juru Bicara Rektorat Hesky Kolibu. Menurut dia, kuota masih dalam pembahasan di tingkatan para rektor se-Indonesia.

Menurut data Rektorat, kuota penerimaan mahasiswa tahun ini mencapai 4.935 orang, yang setiap fakultas tak merata jumlahnya. Kolibu menjelaskan, pembagian kuota sudah mempertimbangkan ketersediaan fasilitas dan kebutuhan sumber daya manusia di Sulut.

Data tersebut menunjukan, fakultas kedokteran merupakan salah satu fakultas paling diminati, dengan jumlah kuota sekitar 250 mahasiswa baru.

Jumlah itu sudah mengacu pada pembagian kuota sesuai tahapan di kantor Kementerian Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi (Kemenristekdikti) RI. Dalam pembagian tersebut, Unsrat diberi jatah masing-masing minimal 30 persen dari proses penerimaan SNMPTN dan SBMPTN, sedangkan untuk tahapan mandiri maksimal 30 persen.

“Mandiri itu tahapan yang dikelola langsung Unsrat, seperti Tumou Tou (T2) dan Sumikolah. Itu nanti dibicarakan panitia lokal kita,” ungkapnya.

Proses penerimaan mahasiswa baru, kata dia, telah melalui sistem untuk mencegah terjadinya kecurangan.

“Silahkan mengunjungi web SNMPTN dan SMBTN atau mengunjungi rektorat Unsrat,” kata dia.

Sementara di tempat terpisah, kuota Universitas Negeri Manado (Unima) sudah merancang seleksi penerimaan baik SNMPTN maupun SBMPTN.

“Kuota Unima berada di angka 5.000 kursi,” ungkap Jurubicara Unima Johnly Tendean. Dari 5.000 jatah kuota kursi untuk mahasiswa baru Unima, dibagi melalui tiga jalur masuk. SBMPTN, SNMPTN dan jalur lokal, B2P.

“Dari 5.000 kuota kursi ini, dibagi 40 persen untuk SBMPTN, dan masing-masing 30 persen untuk SNMPTN dan seleksi lokal B2P,” tandas dia. (inovasi)

build_links(); ?>