Diakui Rektor, keamanan IT lemah

Hacker

inovasi|CC Rektorat Universitas Sam Ratulangi Ellen Kumaat akhirnya mengakui adanya celah dalam sistem komputer Unsrat berbasis Teknologi Informasi (IT), sehingga berhasil dibobol oleh peretas. Namun, keamanan sistem komputer IT yang digunakan, tidak selamanya kebal terhadap serangan hacker.

“Contohnya Pentagon. Walau sudah diamankan secara berlapis-lapis, sistem bisa diretas,” kata Rektor Unsrat Ellen Kumaat, belum lama ini.

Walau begitu, pihaknya mengaku sudah menyempurnakan sistem informasi setelah diserang hacker itu. Hacker tidak akan berani macam-macam lagi menyerang sistem Unsrat.

BACA:
Heboh! Hacker jebol sistem komputer Unsrat

Pertengahan tahun 2016 lalu, Unsrat langsung bergerak merubah sistem, yang mampu mengontrol tiap hari aktivitas sistem.

“Semua sekarang sudah ada Standar Operasional Prosedure (SOP) baru,” ujar Ellen. Ia mengaku juga sudah punya tim khusus menangkal serangan. Tim khusus itu sudah dibentuk Unsrat.

BACA JUGA:
Aneh! BEM Unsrat bela mahasiswa pengguna jasa hacker

Di kesempatan yang sama, Jurubicara Unsrat, Hezky Kolibu mengatakan kejahatan ini memang dibuat oleh oknum mahasiswa dan mahasiswi Unsrat. Banyak katanya yang sudah dihukum sejak diketahui sekitar Juni dan Juli tahun 2016.

“November ada juga kebijakan memberikan sanksi untuk mereka. Sebenarnya banyak yang akan di DO, tapi Unsrat berbaik hati untuk hanya mengembalikan nilai seperti semula,” katanya.

Menurut Kolibu, masalah ini merupakan masalah integritas. Sebanyak 27 ribu mahasiswa-mahasiswi harus mempunyai integritas. (inovasi)

build_links(); ?>