Jarum tato sebarkan HIV di Sulut

inovasi.cc – Yayasan Batamang Plus Sulawesi Utara mencatat, sudah terdapat penderita HIV yang tertular melalui jarum suntik tato.

“Cara penularan HIV terbanyak di Manado terjadi melalui pelanggan pekerja seks dan pengguna jarum suntik,” kata Ketua Yayasan Batamang Plus Hastho Wicaksono, hari ini (1/2/2017).

Berdasarkan data yang dimiliki Hastho, penularan HIV di Sulut yang lebih dominan adalah melalui jarum suntik, kemudian disusul dengan penularan melalui hubungan seks.

“Penderita yang tertular melalui Peguna Jarum Narkoba Suntik (Penasun) ada 67 orang. Dan khusus yang tertular melalui jarum tato, ada sebanyak 23 orang,” kata Hastho.

Para penderita HIV di Sulut ada sekitar 50 orang yang bertato.

“Dari 50 orang yang bertato ini, hanya ada 23 yang tertular melalui jarum suntik tato. Dan yang lainnya itu melalui suntikan narkoba,” jelas dia.

Hastho juga menambahkan, bahwa ia sendiri merupakan salah satu penderita HIV yang tertular melalui jarum suntik.

“Saya dahulu Penasun, dan juga memiliki tato, dan itu penyebab saya tertular HIV. Dan hal ini, memang menjadi suatu penyesalan bagi saya,” bebernya.

Jarum tato sebarkan HIV aids di Sulut. Penularan melalui Pasangan Resiko Tinggi Pelanggan Pekerja Seks (Risti) ada 10 orang, pelanggan Wanita Pekerja Seks Tidak Langsung (WPSTL) 26 orang, Pengguna Jarum Narkoba Suntik (Penasun) 67 orang dan Lelaki Seks Dengan Lelaki (LSL) 12 orang, Waria 12 orang dan Wanita Pekerja Seks Langsung (WPSL) 9 orang. (inovasi)

build_links(); ?>