Gojek ke Manado, sopir angkot menjerit

inovasi.cc – Sejumlah Sopir Angkutan Kota (Angkot) di Manado, memgeluhkan turunnya pendapatan sejak sebulan terakhir akibat berkurangnya jumlah penumpang. Diduga, sebagian penumpang angkot kini lebih memilih menggunakan jasa angkutan ojek online.

Para sopir menuding hadirnya GoJek ke Manado sejak Desember 2016, mulai mematikan mata pencaharian mereka.

“Dulu, pendapatan kami bisa sampai Rp150-200 ribu per hari namun sejak ada GoJek akhir tahun lalu pendapatan kami menurun jauh. Sekarang dengan keadaan pendapatan mulai sedikit, mau makan apa anak dan istri kami,” keluh sopir trayek Tuminting, hari ini (3/2/2017).

Para sopir, pekan lalu menggelar aksi demonstrasi memprotes kehadiran GoJek, di Kantor DPRD Manado.

“Kami minta DPRD Manado untuk mendesak keberadaan GoJek di Manado dihentikan, karena tidak memiliki izin operasi,” teriak Gazali Jamaan, Ketua Asosiasi Pengusaha Angkutan Umum Kota Manado, dalam orasinya.

Apalagi selama ini, kata dia, GoJek tidak memberikan pemasukan bagi kas daerah.

“Jadi kami minta Pemkot Manado segera hentikan operasi GoJek di Manado. Apakah mereka selama ini melapor ke pemerintah daerah,” tuturnya.

Demo itu membuat DPRD Manado mempertemukan para sopir Angkot dengan Dinas Perhubungan Manado dan Kasat Lantas Polres Manado.

“Aspirasi para sopir nanti akan kami bahas dengan instansi teknis dan manajemen GoJek,” ujar Kasat Lantas Polres Manado, Kompol Roy Tambayong.

Anggota DPRD Manado, Roy Maramis mengatakan selama ini pihak DPRD Manado belum memiliki regulasi soal tidak boleh beroperasinya ojek online di Manado.

“Sangat panjang kita membahas soal regulasi GoJek masuk di Manado. Tapi kami akan coba bicara dengan semua pihak terkait sehingga ada titik temu,” katanya.

Sementara itu, Manajemen GoJek belum bersedia memberikan tanggapan, atas penolakan sopir angkot di Manado. (inovasi)

build_links(); ?>