Banjir Bitung, 4.622 warga jadi pengungsi

Banjir dan longsor menghancurkan 1.162 rumah, 4.622 jiwa mengungsi.

inovasi|CC Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan sebanyak 1.132 rumah terendam banjir setinggi 80-120 centimeter, akibat hujan deras di Gunung Dua Saudara.

Hujan deras di Gunung Dua Saudara telah menyebabkan banjir kiriman di 11 kelurahan 4 kecamatan di Kota Bitung Provinsi Sulawesi Utara, sejak kemarin (12/2/2017).

Kecamatan yang terendam banjir adalah Kecamatan Aer Tembaga, Mahesa, Lembeh Utara dan Lembeh Selatan.

Hujan deras juga menyebabkan longsor di beberapa tempat di Kota Bitung.

“Akibat banjir menyebabkan 1.246 KK terdampak langsung sehingga 4.622 jiwa mengungi ke tempat-tempat yang lebih aman. Satu orang luka sedang dan 5 orang luka ringan,” ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, hari ini (13/2017).

Sutopo menjelaskan pengungsi tersebar di berbagai tempat. Sebanyak 3.760 jiwa pengungsi berasal dari Kecamatan Aer Tembaga karena wilayah ini yang paling parah terkena banjir.

Sebaran pengungsi di Kecamatan Aer Tembaga yang merendam 8 kelurahan adalah Kelurahan Aer Tembaga I (390 jiwa), Aer Tembaga II (320 jiwa), Winenet I (110 jiwa), Winenet II (120 jiwa), Peteten I (800 jiwa), Peteten II (840 jiwa), Peteten III (80 jiwa) dan Tandurusa (1.100 jiwa).

Sedangkan yang lainya ada di Kelurahan Mawali (500 jiwa) dan Kelurahan Pintu Kota (250 jiwa).

Penanganan darurat terus dilakukan. Sejauh ini BPBD Kota Bitung dibantu oleh SKPD terkait, Tagana PMI, Polres, Kodim, dan unsur kecamatan melakukan upaya penanganan darurat.

“Evakuasi dan penyelamatan korban dilakukan khususnya untuk kelompok rentan,” jelasnya.

Aktivasi posko tanggap darurat didirikan di kantor BPBD Kota Bitung. Dapur umum didirikan untuk memberikan makan siap saji kepada korban. Apalagi hingga kini kondisi cuaca masih hujan.
Adapun kebutuhan mendesak yang diperlukan adalah radio komunikasi, permakanan, air minum dalam kemasan, peralatan kebersihan.

Sementara itu, longsor terjadi di beberapa tempat seperti di Kelurahan Pandurusa Kecamatan Aer Tembaga, Kelurahan Mawali dan Pintu Kota Kecamatan Lembeh Utara, dan Kelurahan Pakusungan Kecamatan Lembeh Selatan.

“2 orang luka berat tertimpa longsor. Kerugian material masih dalam pendataan. Lokasi longsor sulit dijangkau dengan kendaraan. Selain itu juga tidak ada sinyal handpohne menghambat komunikasi dalam penanganan darurat,” katanya.

build_links(); ?>