Banjir dan longsor terjang Bitung

inovasi|CC Banjir bandang kembali melanda Kota Bitung, Sulawesi Utara. Lima dari delapan kecamatan yang ada, yakni Lembeh Utara, Lembeh Selatan, Aertembaga, Maesa dan Madidir, terdampak situasi ini. Banjir terjadi sejak Minggu pagi, 12 Februari 2017.

Kedatangan banjir dipicu intensitas hujan yang tinggi. Sejak sehari sebelumnya, hujan deras sudah mengguyur Kota Bitung. Akibatnya, sistem drainase yang belum pulih karena banjir dua pekan lalu, tak sanggup menampung volume air yang besar.

“Hujan yang turun sejak hari Sabtu jadi penyebab,” kata Plh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bitung Franky Ladi, hari ini (13/2/2017).

Khusus untuk Kecamatan Aertembaga, banjir berasal dari perbukitan di Kelurahan Aertembaga Dua. Air yang deras mengalir ke daerah yang lebih rendah, yaitu Winenet, Pateten hingga Tandurusa.

“Makanya, hampir semua kelurahan di Aertembaga mengalami banjir. Curah hujan yang tinggi ditambah pasokan air dari arah perbukitan, membuat alur drainase tak berjalan baik. Air pun meluap dan masuk ke rumah-rumah penduduk,” tutur dia.

Tak cuma banjir, hujan yang terjadi juga memicu bencana lain, yaitu tanah longsor. Tercatat ada lima kelurahan yang mengalami ini, dengan lokasi terbanyak di Kelurahan Batulubang, Lembeh Selatan.

Adapun akibat bencana ini, sebanyak enam orang mengalami luka-luka. Lima di antaranya warga Kelurahan Winenet Satu, sedangkan satunya berasal dari Kelurahan Tandurusa. Enam orang ini sempat terjebak banjir, tapi berhasil diselamatkan tim SAR gabungan.

“Sekarang sudah di rumah sakit. Kondisi mereka mulai membaik setelah dirawat,” kata Ladi yang memastikan tidak ada laporan korban tewas. (inovasi)

build_links(); ?>