Riset: Kecenderungan Pemimpin Umum LPM Inovasi Unsrat

Riset terbaru menunjukan benang merah antara studi, finansial dan asmara di kalangan pers mahasiswa. Benarkah?


inovasi|CC Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Inovasi Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) baru saja bikin musyawarah anggota. Mustika Permata Sari Muchtar dipercaya jadi Pemimpin Umum periode 2017-2018.

Sebelum itu, Inovasi Institute sudah membuat sebuah riset untuk mengetahui sejumlah kecenderungan Pemimpin Umum LPM Inovasi.

Metode yang digunakan dalam riset ini adalah stratified-multi stage random sampling. Responden berjumlah 15 orang, yang terdiri dari mantan (bukan mantan pasangan) Pemimpin Umum LPM Inovasi Unsrat. Margin of error 3% dan tingkat kepercayaan sebesar 97%.

Riset ini bertujuan mengetahui kecenderungan personal Pemimpin Umum LPM Inovasi di luar aktifitas ilmiah. Beberapa poin diharap bisa menjadi pertimbangan bagi Pemimpin Umum Inovasi terpilih, untuk menghindarkan diri dari gegar budaya serta sindrom pasca berkuasa.

Kecenderungan lama studi
Kecenderungan awal yang diakui berkaitan dengan masa studi. 100% Pemimpin Umum LPM Inovasi mengaku cenderung konsisten melampaui batas minimal kuliah.

Jika persentase tadi dirinci, sebanyak 50% responden menyelesaikan studi karena terancam dihapus dari kartu keluarga. 30% karena adik tingkat sudah jadi dosen. 10% karena segera dinikahkan kalau tak juga lulus kuliah. Sementara, 10% enggak enakan menjawab.

Persentase itu menggambarkan tingginya semangat belajar Pemimpin Umum LPM Inovasi dari masa ke masa. Sebab, mayoritas responden menilai, durasi studi tidak berbanding lurus dengan pengetahuan akademik dan keterampilan praktis.

Sehingga, durasi kuliah tak dipatok pada cepat atau lambat. Responden lebih setuju menyelesaikannya pada waktu yang tepat.

Kecenderungan ekonomi
Dari aspek ekonomi, Pemimpin Umum LPM Inovasi tidak hanya dituntut terampil mengatur kas organisasi, tetapi juga membuktikannya dalam praktik harian. Sebanyak 100% responden menyebut, keterampilan itu harus dimiliki setiap Pemimpin Umum.

Adapun, keterampilan mengelola keuangan bulanan dilakukan dengan menekan pembiayaan akomdasi dan konsumsi. Cukup mengejutkan, 70% responden menekan biaya penginapan bulanan dengan tinggal di sekretariat, 15% ngekos bareng teman dan 15% hidup nomaden.

Sementara, cara yang dilakukan untuk menekan biaya konsumsi bulanan dilakukan lewat ngutang 30%, makan gorengan 25%, masak mie instan 25%, minta teman 5%, makan bareng temen 5%, serta menahan lapar 5%. Sebanyak 5% responden mengaku pasrah pada Yang Kuasa.

Kecenderungan ini membuktikan, selain terampil mengelola pengeluaran bulanan, mayoritas Pemimpin Umum Inovasi juga dituntut menjalin hubungan sosial yang baik. Penilaiain itu dibuktikan dengan tingginya aktifitas komunal-kolektif untuk meminimalisir pengeluaran akomodasi dan konsumsi.

Konsultasi asmara

Kecenderungan asmara
Sementara, dalam urusan asmara, secara historis, jabatan Pemimpin Umum LPM Inovasi didominasi pemuda-pemudi lajang.

Sesuai hasil riset, persentase lajang mencapai 97%. Sementara, putus setelah jadi Pemimpin Umum sebesar 1%, ragu-ragu 1%, putus-nyambung 0,3%, tak menjawab 0,5% dan mengaku punya pasangan 0,2%. Kata “mengaku” sudah di-garis-bawahi-secara-tebal.

Temuan itu menunjukkan, nyaris seluruh Pemimpin Umum Inovasi gagal dalam urusan cinta berkarakter single fighter. Aktifitas keredaksian dinilai sebagai faktor pengubur harapan untuk menjalin hubungan-yang-lebih-dari-teman.

Kalaupun ada kesempatan, paling sebatas SMS dan telepon. Selebihnya, simpan foto di ponsel dan laptop. Dampaknya, mayoritas responden sudah terbiasa menyaksikan pujaan hatinya digandeng orang lain.

(themmy doaly/inovasi)

 

build_links(); ?>