BPBD: Warga Sulut waspada cuaca ekstrem

inovasi| Pemerintah Kota (Pemkot) Manado, mengingatkan warga di seluruh wilayah terutama yang rawan bencana, untuk waspada dan mengungsi sementara waktu ke tempat yang aman.

“BMKG sudah mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem, dan di wilayah Kabupaten Minahasa, Tomohon sampai sebagian Manado terkena banjir dan berdampak pada ratusan penduduk di Manado, maka kami minta tetap berada di lokasi aman,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Manado, Jenny Bangonang, hari ini (20/2/2017)

Menurut Bangonang, meski hujan di Manado sudah berhenti, tetapi di sampai malam di Minahasa turun, sehingga akibatnya dikhawatirkan akan sampai ke Manado, sebab sungai dari Minahasa bermuara di Manado.

Dia mengingatkan, warga yang tinggal di daerah rawan banjir dan tanah longsor untuk berhati-hati terutama yang sudah mengungsi karena sudah banjir seperti di Ternate Tanjung Kecamatan Singkil dan Mahawu Kecamatan Tuminting dan Bailang Kecamatan Bunaken, untuk tetap di lokasi pengungsian.

“Jangan dulu kembali ke rumah, sebisanya berada di tempat-tempat yang aman, seperti rumah keluarga yang jauh dari banjir sehingga bisa tidur dengan tenang malam ini,” katanya.

Selain itu, pihaknya bersiaga dan terus berkoordinasi dengan para kepala wilayah yakni camat dan lurah untuk terus memantau situasi, dan mengingatkan warganya agar bersiaga.

Dia mengatakan, memang di sejumlah wilayah di Manado air sudah naik, terutama di wilayah rendah, bukan hanya di Ternate Tanjung, Mahawu, dan Bailang, tetapi beberapa titik di kelurahan Karangria pun air sudah naik, sehingga masyarakatnya diminta waspada.

“Demikian juga dengan wilayah-wilayah lainnya sehingga kami terus mengingatkan warga untuk berhati-hati dan mengamankan diri sendiri untuk sementara waktu sampai keadaan benar-benar sudah normal,” katanya.

BACA: Manado dikepung banjir

Hujan lebat yang turun nyaris sepanjang hari di sejumlah wilayah Sulawesi Utara telah menyebabkan banjir, kemarin (19/2/2017).

Di Kelurahan Bailang Kecamatan Bunaken dan Kelurahan Mahawu kecamatan Tuminting, Kota Manado, genangan air masih meluap hingga ke jalan raya hingga pukul 21.00 Wita. Bahkan, Pondok Pesantren As-Salaam di Bailang tergenang. Air yang meluap hingga ke jalan raya menyebabkan kemacetan di ruas jalan Kuala Buha, tepatnya di Lingkungan IV, Bailang.

Di Kota Tomohon, hujan deras selama kurang lebih tiga jam menimbulkan banjir di Perum Atas Kelurahan Uliandano, Kecamatan Tomohon Selatan.

Luapan air dari Sungai Sapa juga menyebabkan banjir di Kelurahan Wailan hingga Matani III. Banjir juga dilaporkan terjadi di Kelurahan Tumatangtang. Ratusan rumah terendam dan beberapa lokasi terjadi banjir bandang.

Tak hanya di Manado dan Tomohon, banjir juga terjadi di sejumlah wilayah di Kabupaten Minahasa, terutama di Tataaran, Kecamatan Tondano Selatan dan Tounelet, Kecamatan Sonder. Longsor juga dilaporkan terjadi di Leilem masih di Kecamatan Sonder.

Belum ada laporan mengenai korban jiwa dari dampak banjir yang terjadi di Sulawesi Utara tersebut. Berbagai pihak terkait kini telah turun untuk mengatasi dampak bencana. (inovasi)

build_links(); ?>