6 Negara sepakat kerja sama maritim

inovasi.cc – Enam negara anggota The Coral Triangle Initiative on Coral Reefs, Fisheries and Food Security atau Prakarsa Segitiga Karang untuk Terumbu Karang, Perikanan dan Ketahanan Pangan (CTI-CFF) sepakat mengembangkan riset bersama di bidang kelautan.

Kesepakatan kerja sama itu dicapai saat The 1st CTI-CFF University Partnership Meeting atau Pertemuan Pertama Kerjasama Universitas CTI-CFF di Sekretariat Regional CTI-CFF di Manado, yang berlangsung sejak 28 Februari 2017.

Kota Manado dianggap sebagai ibukota Coral Triangle. Di ibukota Sulawesi Utara ini, Sekretariat Regional CTI-CFF didirikan dan menjadi saksi komitmen universitas ternama memajukan pengembangan kapasitas, kerjasama riset, dan kerjasama pengabdian masyarakat.

Pertemuan ini adalah tindak lanjut dari nota kesepahaman yang telah dilakukan antara Sekretariaat Regional CTI-CFF dengan beberapa universitas pada tahun 2016 yang lalu.

Hasil dari pertemuan ini menciptakan momentum positif bagi kerjasama kampus dan pemerintah tidak hanya dalam pengelolaan sumber daya alam kelautan, tetapi juga pembangunan sumber daya manusia yang hidup di kawasan pesisir, pulau-pulau kecil, serta keberlangsungan riset berbasis saintifik di kawasan Segitiga Karang.

Ada banyak hal yang dapat dilakukan bersama antara perguruan tinggi/universitas dan pemerintah (Komisi Nasional CTI-CFF) dalam mengawal perkembangan sektor kelautan.

“Beberapa di antaranya adalah masalah pendanaan, transfer ilmu pengetahuan melalui kajian dan riset terbaru, tukar menukar tenaga ahli di antara negara-negara CTI-CFF, beasiswa, outreach program di akar rumput, serta ketahanan pangan lintas negara,” kata Direktur Eksekutif Sekretariat Regional CTI-CFF, Widi A Pratikto, hari ini (6/3/2017).

Kegiatan ini diharapkan mencapai beberapa kesepakatan antara perguruan tinggi sebagai lembaga kajian dan penerapan ilmu pengetahuan serta pemerintah sebagai pelaksana kebijakan program di lapangan dan masyarakat.

Sementara itu, Deputy Secretary of Kementerian Sains, Teknologi dan Inovasi–Malaysia, Ramzah Dambul mengatakan bahwa kerjasama lintas Universitas ini adalah yang pertama di kawasan Segitiga Karang.

“Inisiatif ini diharapkan dapat benar-benar diimplementasikan di lapangan,” ujar Ramzah.

Di bagian lain Asdep Iptek, Deputy Bidang Koordinasi SDM, IPTEK, Budaya Kemenkomar Nani Endiarti menambahkan pihak Universitas perlu didorong untuk menggunakan kesempatan sebaik mungkin di bidang riset kelautan yang saat ini menjadi salah satu prioritas dari Pemerintah Republik Indonesia.

“Agar momentum yang disampaikan dalam forum Kerjasama Universitas CTI-CFF juga dapat terlaksana,” kata Nani.

Sejumlah universitas ternama dari 6 negara CTI-CFF yang hadir di Manado, adalah 4 dari Indonesia, yaitu Institut Pertanian Bogor, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Hasanuddin, dan Universitas Sam Ratulangi Manado, serta dari luar negeri antara lain Universiti Malaysia Terengganu, The University Of Papua New Guinea, Solomon Islands National University, Universidade Nacional Timor Lorosa’e, serta James Cook University Australia.

Selain itu 5 perwakilan National Coordinating Committee CTI-CFF dari 6 negara anggota CTI-CFF (Indonesia, Malaysia, Papua Nugini, Solomon Islands, Timor-Leste) juga turut hadir mendampingi, antara lain perwakilan dari Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia, Ilmu Pengetahuan Indonesia, World Conservation Society serta The Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit GmbH. (inovasi)

build_links(); ?>