Akhir Maret ini, film ‘Jakarta Undercover’ tayang di bioskop

Film Jakarta Undercover

inovasi.cc Jika Anda menebak film ‘Jakarta Undercover’ jalan ceritanya seperti isi bukunya, hal itu tak sepenuhnya benar. Ini merupakan film kedua dari buku berjudul sama karya Moamar Emka.

Siap rilis bulan ini, filmnya kali ini tak hanya menampilkan cermin ibukota yang kelam dengan serangkaian kehidupan malamnya yang menggoda.

Jakarta Undercover adalah sebuah film drama Indonesia yang direlease pada 27 Maret 2007 yang diproduksi oleh Velvet Films-Rexinema Pictures dan Kharisma StarVision Plus. Film yang disutradarai oleh Lance ini dibintangi antara lain oleh Luna Maya, Lukman Sardi, Fachry Albar dan Christian Sugiono dengan menampilkan beberapa cameo seperti Fauzy Baadila, Mario Lawalata dan Hanung Bramantyo. Film ini diangkat dari buku karya Moammar Emka dengan judul yang sama, yang terjual lebih dari 20.000 copy di Indonesia.

Sutradara Fajar Nugros membahas cerita film tersebut yang tak hanya menggambarkan Jakarta sebagai kota yang menjadi tujuan banyak orang meraih impian.

Namun juga tentang seseorang yang menjalankan mimpi itu.

“Pada umumnya semua orang yang memfilmkan Jakarta tuh tentang meraih mimpi. Eh kita ke Jakarta yuk meraih mimpi, nah part itu tuh udah selesai di sebelum film ini. Part filmnya tuh orang yang sudah meraih mimpi. Tapi mimpi yang seperti apa? Dia ingin bermanfaat dalam mimpinya itu, mencari signifikansi,” jelas Fajar.

Sebagai penulis, Moamar Emka mengatakan film ini akan menampilkan banyak perbedaan dari film sebelumnya yang rilis di 2007. Menggaet produser hingga bintang baru, ‘Jakarta Undercover’ mengemas cerita yang juga lebih baru.

Meski begitu, masih akan ada sisi dewasa yang ditampilkan dalam filmnya. Terlebih film ini mengungkap tentang kekerasan terhadap kaum perempuan, kemiskinan, premanisme dan kaum minoritas lainnya yang ditangkap dari berbagai sisi kehidupan.

“Nggak ada hubungannya dengan yang dulu. Kalau bahasa istilahnya, membuat remake ya nggak remake, bukan. Membuat baru sih karena pemainnya baru, produsernya baru, dengan cerita yang baru,” tuturnya.

“Dan diambil beberapa yang menarik aja, dari cerita itu. Jadi kayak sushi girl dan striptease itu diambil beberapa yang menarik aja,” tutupnya

Maka, bagi yang berharap film ini memiliki sensualitas seperti di buku, mungkin akan kecewa. Namun, jika ingin melihat adegan yang dipenuhi perempuan berbikini dan laki-laki setengah telanjang, film ini menyodorkan hal tersebut dengan cukup. Apalagi, Nikita Mirzani dan Aura Kasih muncul di beberapa momen. Untuk fans dua perempuan seksi itu, film ini wajib ditonton.(inovasi)

build_links(); ?>