Rektor bantah ada sanksi tak ikut upacara bendera

Universitas Sam Ratulangi kini rutin menggelar kegiatan upacara bendera, yang digelar setiap hari Senin pagi di seluruh fakultas Unsrat.

Inovasi.cc | Rektor Universitas Sam Ratulangi Ellen Joan Kumaat menyatakan, pihaknya tak akan memberikan sanksi dalam jenis apa pun, bagi mahasiswa yang tak hadir dalam kegiatan upacara bendera setiap hari Senin.

”Upacara ini tentunya wajib bagi mahasiswa. Tapi saya sebagai pimpinan tidak ada kenginginan memberlakukan sanksi bagi mahasiswa yang tidak ikut upacara, kata Ellen Kumaat kepada kru Inovasi, hari ini (24/3/2017).

Sebelumnya, seluruh fakultas di lingkungan Unsrat sudah menggelar upacara bendera hari Senin lalu (20/3/2017). Rektorat Unsrat sendiri tunduk pada Instruksi Gubernur Sulawesi Utara nomor 420 tahun 2017, yang ditujukan ke perguruan tinggi negeri (PTN) dan perguruan tinggi swasta (PTS) di Sulut.

“Biarlah hal ini menjadi kesadaran mereka sendiri,” kata Rektor.

Menurut Kumaat, pihaknya hanya melaksanakan ‘perintah’ yang diinstruksikan oleh Gubernur Olly Dondokambey. Ia juga berharap, seluruh mahasiswa bersedia menghadiri upacara bendera, karena kegiatan tersebut bertujuan untuk menumbuhkan semangat nasionalisme.

“Toh tidak akan ada ruginya untuk sekedar bangun pagi dan mengikuti upacara yang hanya tiga puluh menit,” ujar Rektor Unsrat.

Baca: Instruksi Gubernur, Unsrat janji rutin gelar upacara bendera

Di kesempatan terpisah, Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Unsrat Grevo Gerung, menyatakan dukungannya terhadap instruksi Gubernur. Menurut dia, upacara bendera bisa menjadi bukti nyata warga negara yang baik, dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Harapan saya upacara ini pelan-pelan menjadi kebiasaan positif mahasiswa. Adanya instruksi ini juga mungkin karena akhir-akhir ini sering terjadi persoalan dalam berbangsa dan bernegara di Indonesia,” kata Grevo Gerung.

Baca juga: Rektor minta mahasiswa ciptakan lapangan kerja

Dekan FISPOL Unsrat, Novie Pioh juga mendukung kegiatan upacara bendera rutin digelar tiap hari Senin. Ia juga tak keberatan untuk menjadi inspektur, dalam memimpin upacara bendera yang dilaksanakan di FISIPOL.

“Mahasiswa harus mampu menjadi pilar utama dalam memerangi segala bentuk tantangan dan hambatan yang mengancam kehidupan berbangsa dan bernegara,” kata dia. (mustika/arham/shifa)

build_links(); ?>