Kue tradisional Manado akan dipatenkan

Kue khas tradisional Manado

inovasi.cc | Manado dikenal sebagai kota yang memiliki pesona kuliner tradisional yang kaya. Bukan cuma soal sambal roa dan rica-rica saja, tapi beragam camilan kue khasnya juga menjadi incaran para pelancong.

Pemerintah Kota Manado juga menyadari bahwa kuliner khasnya berpotensi memperkuat perekonomian masyarakat.

“Kami mendorong kue khas Kota Manado menjadi salah satu keunggulan wisata kuliner, menambah pendapatan masyarakat, dan memperkuat perekonomian Kota Manado ke depan,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Hendrik Waroka.

Dia juga menginginkan agar semua kue khas Manado bisa dipatenkan dan menjadi ciri khas kota tersebut.

“Langkah ini harus diambil, jangan sampai milik kita didahului daerah lainnya,” kata Hendrik.

Baca: Amurang, ‘Surga’ kuliner Sulut

Hanya saja langkah mematenkan kue khas ini tak bisa sembarangan. Menurut pakar hukum Universitas Sam Ratulangi Manado Merry Kalalo, makanan atau kue khas Manado yang ingin dipatenkan harus melewati penelitian terlebih dahulu. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah kue tersebut, untuk bisa masuk dalam Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI).

“Sejumlah kue yang berhasil diusulkan untuk bisa menjadi pertimbangan pemerintah dan peneliti lainnya, yakni kue bobengka, koyabu, bepang, cucur, brudel, kabesa, kokole, sukade, dan kolombeng,” katanya.

Baca juga: Mulai tumbuh, terumbu karang di Pantai Manado

Selain penelitian, ada hal lain yang harus diperhatikan, yaitu uji laboratorium. Dosen tata boga universitas Manado Hennie Mokoginta dan Helena Opit mengatakan, uji laboratorium diperlukan agar hak atas produk tersebut bisa diakui dan diterima semua pihak. (inovasi)

build_links(); ?>