Unik! Pawai Ogoh-ogoh di Manado dikawal kabasaran dan barongsai

Foto: Ogoh-ogoh di kota Manado

inovasi.cc | Ratusan umat Hindu Kota Manado berpawai mulai dari lapangan Tikala, masuk jalan Sudirman, Taman Kesatuan Bangsa (TKB), Kanaka dan kembali ke Tikala, kemarin (27/3/2017). Mereka mengadakan pawai Ogoh-ogoh dalam Tawur Agung Kesanga menjelang Hari Raya Nyepi.

Di depan Ogoh-ogoh terdapat drum band, pasukan paskibraka, kabasaran, mereka yang berpakaian rohaniwan masing-masing agama, barongsai, musik bambu, dan pembawa sesajen. Masyarakat sekitar lokasi pawai berkerumun dan mengabadikan pawai itu dengan gawai.

“Tawur Agung dilaksanakan di penghujung tahun saka 1938. Itu katanya menjadi instrospeksi hubungan manusia dengan alam, dan alam semesta,” kata Ketua Panitia Kolonel inf Putra Widiastama, hari ini (28/3/2017).

BACA: Antropolog uji materi pasal penodaan agama

Selain pawai, pihaknya telah melakukan kerja bakti di Pura Jagadhita Manado, bakti sosial berupa Donor Darah dan pengobatan gratis kepada warga Kelurahan Taas kota Manado.

Di tanggal 5 Maret 2017, mereka melaksanakan kerja bakti di Lingkungan Pura Jagadhita Manado. Tanggal 18 dan 19 Maret 2017, mereka mencari bahan untuk persiapan sesajen di Pelaba Pura desa Koka Kabupaten Minahasa.

Selain itu, umat Hindu juga menggelar ritual sesajen Upacara Melasti bertempat di Pura Jagadhita Manado, sebelum upacara Melasti di pantai Mercure Hotel.

Sekretaris daerah (sekda) Kota Manado, Rum Usulu mengharapkan kegiatan ini semakin meningkatkan rasa kepedulian sosial. Juga semakin meningkatkan rasa saling menghormati dan saling menghargai kelebihan dan kekurangan orang lain.

BACA JUGA: Radikalisme agama ancam Pancasila

“Jaga kemurnian Hati. Itu tanpa memandang latar belakang,” ujarnya.

“Dengan Hari Raya Nyepi Umat Hindu kita tingkatkan terus sikap toleransi ehingga tercipta kedamaian dan kententraman. Mari kita bergandengan tangan untuk kebaikan kota Manado agar semakin maju dan sejahtera,” katanya. (inovasi)

build_links(); ?>