Veronica: Pembangunan ganggu lingkungan sebabkan banjir

Ilustrasi banjir

inovasi.cc | Banjir yang melanda sebagian wilayah kota Manado di saat curah hujan tinggi, dinilai akibat pembangunan industri properti dan infrastruktur yang mengganggu lingkungan hidup.

Demikian dikatakan Veronica Kumurur, dosen Arsistektur Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota Fakultas Teknik Unsrat, menanggapi masalah banjir di wiyalah Manado dan sekitarnya.

“Penyebabnya adalah pembangunan pemukiman atau perumahan, perkebunan hingga pertambangan yang tidak memperhitungkan arealnya,” kata Veronica.

BACA: Manado mulai dikepung banjir

Menurut dia, perubahan iklim yang terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia, telah menjadi andil dalam tingginya curah hujan. Namun demikian, ia menyoroti buruknya kondisi wilayah geografis di Sulawesi Utara, yang berdampak pada daya dukung terhadap lingkungan hidup dalam menghadapi curah hujan.

Veronica memberi contoh, pembangunan perumahan di daerah hulu yang seharusnya sebagai daerah resapan air di dataran tinggi, menjadi penyebab air hujan tak lagi terserap ke dalam tanah.

Selain itu, pembangunan areal untuk perkebunan dengan cara menebang hutan, disinyalir menjadi penyebab air hujan tidak meresap sehingga terjadi erosi dan terjadi pendangkalan sungai.

“Meski dilakukan upaya pengerukan tetap saja akan terjadi erosi jika kondisi areal hulu sudah bangun perumahan dan dijadikan lahan perkebunan,” kata dia.

BACA JUGA: 3 Hari hujan, Manado dikepung banjir

Sulitnya penanganan banjir di Manado, juga dipengaruhi oleh kebiasaan buruk masyarakat yang kerap masih membuang sampah sembarangan. Kebiasaan ini, kata dia, menjadi penyebab mampetnya saluran drainase di dalam kota, yang menyebabkan genangan di jalan protokol kota Manado.

“Pemerintah jangan sembarangan keluarkan izin untuk industri,” katanya. (inovasi)

build_links(); ?>